Perekonomian Indonesia Saat Ini
Presiden mengatakan dari tahun 1998, Ekonomi Indonesia Saat Ini Banyak Diacungi Jempol (Rabu, 21 Oktober 2015 | 17:40 WIB)
bahwa
situasi ekonomi saat ini jauh berbeda dibandingkan krisis yang terjadi pada
tahun 1998 dulu. Jokowi bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga
2015 bisa mencapai 4,85 persen dan inflasinya hingga akhir tahun bisa ditekan
sampai di bawah 4 persen.
berdasarkan prediksi Bank Indonesia (BI), pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga akan meningkat menjadi 4,85 persen
dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni 4,67 persen. Sementara itu, pada tahun
1998, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai minus 13 persen.Sementara itu, dilihat dari inflasi, pada tahun 1998, inflasi pada saat itu mencapai 82 persen, sedangkan saat ini inflasi masih di bawah 5 persen.
Berdasarkan perkiraan BI, sebut Jokowi, hingga akhir tahun 2015, inflasi terjaga di bawah 4 persen.
Selain
itu, dilihat dari faktor kredit macet juga disebutkan Jokowi sangat berbeda.
Jika pada tahun 1998 non
performing loan (NPL) atau kredit macet mencapai 30 persen, saat
ini hanya berkisar 2,6 persen-2,8 persen
World
Bank mempulikasikan hasil laporan mengenai ekonomi khusus di Indonesia. Dalam laporan itu terdapat lima fakta ekonomi yang
diungkap. Berikut ini kelima fakta ekonomi dalam laporan Indonesia Economic
Quarterly (IEQ) edisi Maret 2016, yang dibacakan oleh Kepala Perwakilan Bank
Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves, di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
1. Belanja konsumen bertumbuh,
namun tidak secepat beberapa tahun yang lalu, seiring dengan tingginya inflasi
harga makanan memangkas belanja,
2. Volume ekspor dan
impor terus menurun, dan pendapatan ekspor berkurang 14,4 persen dari angka
2014,
3. Pendapatan minyak dan
gas berkurang 42 persen tahun-per-tahun (year-on-year),
4. Pendapatan batubara
berkurang 26,5 persen.
5. Pendapatan minyak sawit berkurang 19,3 persen.
Terlihat dari hasil
laporan ekonomi tersebut bahwa status perekonomian Indonesia masih cenderung
kurang baik. Volume ekspor impor yang menurun dan pendapatan yang cenderung
berkurang membuat perekonomian Indonesia tampak belum menunjukkan hasil yang
baik.
Namun, keadaan ekonomi
yang sedemikian rupa diupayakan tidak berlangsung lama. Pasalnya, Menteri
Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut paket kebijakan ekonomi
yang digulirkan pemerintah mampu mendongkrak ekonomi dalam negeri.
Dia menilai, langkah yang
ditempuh pemerintah mulai dari pemangkasan birokrasi membuat optimisme
masyarakat dunia kembali pulih. Sebagai contoh, lanjut dia, di pelabuhan ada
129 peraturan menteri, lalu dipotong menjadi sepertiganya.
"Nah, contoh-contoh
ini akan membuat birokrasi kita lebih bersahabat terhadap bisnis," kata
dia di Hotel Pullman, Rabu (16/3/2016).
Selain meningkatkan
kepercayaan dunia, paket kebijakan juga
memperbaiki kondisi makro ekonomi RI. Rizal menyebut, neraca perdagangan yang
surplus hingga menguatnya nilai tukar rupiah menjadi bukti berhasilnya paket
kebijakan pemerintah.
Selain paket kebijakan
ekonomi sebagai pendongkrak ekonomi dalam negeri, struktur ekonomi baru juga
akan diterapkan di Indonesia. Sensus penduduk yang akan dilakukan pada Mei
mendatang diyakini oleh Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggambarkan struktur ekonomi baru
di Indonesia. Salah satunya adalah karena tumbuhnya industri berbasis online di
Indonesia.
"Yang lebih penting
struktur ekonomi baru akan tergambar. Sekarang era elektronik, era IT. Banyak
kegiatan yang akan kita tangkap menggunakan teknologi canggih," kata
Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
BPS memang berencana akan
menyasar sektor e-commerce dalam sensus penduduk
kali ini. Meskipun mengaku sulit untuk melakukan pendataan, sektor ini diyakini
akan tergambar dalam sensus dengan cara mendatangi setiap rumah masyarakat.
Jadi, bisa dapat
disimpulkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih terus mengalami
pertumbuhan dan pembangunan menuju status perekonomian yang lebih baik.
Referensi :
Chaves, Rodrigo A. 2016. Terpopuler : 5 Fakta
Ekonomi Indonesia Versi World Bank. http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016,
pukul 19.15.
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwib6aiV9NbLAhVVBo4KHWvuBkQQFggcMAA&url=http%3A%2F%2Fbisniskeuangan.kompas.com%2Fread%2F2015%2F10%2F21%2F174021926%2FJokowi.Beda.dari.1998.Ekonomi.Indonesia.Saat.Ini.Banyak.Diacungi.Jempol&usg=AFQjCNHnwd2COD-1EIW-OnEz9DoYZ2JG5g
Suryamin. 2016. Terpopuler:
BPS Sebut Indonesia Akan Miliki Struktur Ekonomi Baru.
http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016, pukul 20.16.
Ramli, Rizal. 2016. Rizal Ramli: Paket Kebijakan
Dongkrak Ekonomi RI. http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016, pukul 19.28.