Rabu, 23 Maret 2016



Perekonomian Indonesia Saat Ini

Presiden mengatakan dari tahun 1998, Ekonomi Indonesia Saat Ini Banyak Diacungi Jempol (Rabu, 21 Oktober 2015 | 17:40 WIB)


bahwa situasi ekonomi saat ini jauh berbeda dibandingkan krisis yang terjadi pada tahun 1998 dulu. Jokowi bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2015 bisa mencapai 4,85 persen dan inflasinya hingga akhir tahun bisa ditekan sampai di bawah 4 persen.
berdasarkan prediksi Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga akan meningkat menjadi 4,85 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni 4,67 persen. Sementara itu, pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai minus 13 persen.
Sementara itu, dilihat dari inflasi, pada tahun 1998, inflasi pada saat itu mencapai 82 persen, sedangkan saat ini inflasi masih di bawah 5 persen.
Berdasarkan perkiraan BI, sebut Jokowi, hingga akhir tahun 2015, inflasi terjaga di bawah 4 persen.
Selain itu, dilihat dari faktor kredit macet juga disebutkan Jokowi sangat berbeda. Jika pada tahun 1998 non performing loan (NPL) atau kredit macet mencapai 30 persen, saat ini hanya berkisar 2,6 persen-2,8 persen
World Bank mempulikasikan hasil laporan mengenai ekonomi khusus di Indonesia. Dalam laporan itu terdapat lima fakta ekonomi yang diungkap. Berikut ini kelima fakta ekonomi dalam laporan Indonesia Economic Quarterly (IEQ) edisi Maret 2016, yang dibacakan oleh Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves, di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
1. Belanja konsumen bertumbuh, namun tidak secepat beberapa tahun yang lalu, seiring dengan tingginya inflasi harga makanan memangkas belanja,
2. Volume ekspor dan impor terus menurun, dan pendapatan ekspor berkurang 14,4 persen dari angka 2014,
3. Pendapatan minyak dan gas berkurang 42 persen tahun-per-tahun (year-on-year),
4. Pendapatan batubara berkurang 26,5 persen.
5. Pendapatan minyak sawit berkurang 19,3 persen.
Terlihat dari hasil laporan ekonomi tersebut bahwa status perekonomian Indonesia masih cenderung kurang baik. Volume ekspor impor yang menurun dan pendapatan yang cenderung berkurang membuat perekonomian Indonesia tampak belum menunjukkan hasil yang baik.
Namun, keadaan ekonomi yang sedemikian rupa diupayakan tidak berlangsung lama. Pasalnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah mampu mendongkrak ekonomi dalam negeri.
Dia menilai, langkah yang ditempuh pemerintah mulai dari pemangkasan birokrasi membuat optimisme masyarakat dunia kembali pulih. Sebagai contoh, lanjut dia, di pelabuhan ada 129 peraturan menteri, lalu dipotong menjadi sepertiganya.
"Nah, contoh-contoh ini akan membuat birokrasi kita lebih bersahabat terhadap bisnis," kata dia di Hotel Pullman, Rabu (16/3/2016).
Selain meningkatkan kepercayaan dunia, paket kebijakan juga memperbaiki kondisi makro ekonomi RI. Rizal menyebut, neraca perdagangan yang surplus hingga menguatnya nilai tukar rupiah menjadi bukti berhasilnya paket kebijakan pemerintah.
Selain paket kebijakan ekonomi sebagai pendongkrak ekonomi dalam negeri, struktur ekonomi baru juga akan diterapkan di Indonesia. Sensus penduduk yang akan dilakukan pada Mei mendatang diyakini oleh Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggambarkan struktur ekonomi baru di Indonesia. Salah satunya adalah karena tumbuhnya industri berbasis online di Indonesia.
"Yang lebih penting struktur ekonomi baru akan tergambar. Sekarang era elektronik, era IT. Banyak kegiatan yang akan kita tangkap menggunakan teknologi canggih," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
BPS memang berencana akan menyasar sektor e-commerce dalam sensus penduduk kali ini. Meskipun mengaku sulit untuk melakukan pendataan, sektor ini diyakini akan tergambar dalam sensus dengan cara mendatangi setiap rumah masyarakat.
Jadi, bisa dapat disimpulkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih terus mengalami pertumbuhan dan pembangunan menuju status perekonomian yang lebih baik.

Referensi :
Chaves, Rodrigo A. 2016. Terpopuler : 5 Fakta Ekonomi Indonesia Versi World Bank. http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016, pukul 19.15.
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwib6aiV9NbLAhVVBo4KHWvuBkQQFggcMAA&url=http%3A%2F%2Fbisniskeuangan.kompas.com%2Fread%2F2015%2F10%2F21%2F174021926%2FJokowi.Beda.dari.1998.Ekonomi.Indonesia.Saat.Ini.Banyak.Diacungi.Jempol&usg=AFQjCNHnwd2COD-1EIW-OnEz9DoYZ2JG5g


Suryamin. 2016. Terpopuler: BPS Sebut Indonesia Akan Miliki Struktur Ekonomi Baru. http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016, pukul 20.16.
Ramli, Rizal. 2016. Rizal Ramli: Paket Kebijakan Dongkrak Ekonomi RI. http://economy.okezone.com. 20 Maret 2016, pukul 19.28.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar