Rabu, 18 November 2015



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
     Manusia adalah makhluk yang dinamis, ketidakterbatasan kebutuhan manusia dan keterbatasan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhanya telah menghadapkan manusia untuk hidup berorganisasi. hal ini didukung pula dengan karakteristik manusia sebagai makhluk sosial yang tidak memungkinkan hidup wajar tanpa berorganisasi. Organisasi telah dibentuk sejak manusia pertama hidup di muka bumi, sekelompok manusia yang mempunyai orientasi dan tujuan yang relatif sama berhimpun dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.
        Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas, sedemikan rupa, memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia.

1.2 Rumusan Masalah
      Di dalam penulisan ini dibahas beberapa hal berkaitan dengan organisasi diantaranya sebagai berikut.

  1. Pengertian organisasi
  2. Bentuk-bentuk struktur organisasi
  3. Perbedaan struktur organisasi garis-garis (lini), staff, dan fungsional
  4. Alasan timbulnya organisasi informal di dalam perusahaan

1.3 Tujuan Penulisan
      Tujuan dari penulisan ini adalah :
  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar bisnis
  2. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang organisasi dan bentuk-bentuk strukturnya.


BAB II
TEORI


2.1 Pengertian Organisasi
     Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.


2.2 Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
      Ada beberapa bentuk atau pola struktur organisasi antara lain :
      1.Organisasi pola Lini (Lini Organization)
        Dalam bentuk ini garis komando terbentang lurus dari atas (pucuk pimpinan) sampai kepada pelaksana di bawah, dan garis pertanggung jawaban baik secara ketat menurut hirarkis dari bawah, melalui unsure-unsur di tengah samapai ke atas. Dalam pola organisasi ini terdapat  garis wewenang yang berhubungan langsung dengan vertical antara bawahan dan atasan. Contoh organisasi berpola Line ini dapat dimisalkan pada skema berikut ini :






       2.Organisasi berpola Staf (staf Organization)
        Dalam pola ini semua hak, kekuasaan, dan tanggung jawab dibagi habis pada unit kerja yang ada secara bertingkat dibawahnya. Setiap unit memperoleh sebagian hak dalam menentukan kebijaksanaan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum dan pucuk pimpinan atau pimpinan tertinggi. Hak tersebut tentunya berkenaan dengan bidang tugasnya masing-masing. Masing-masing pimpinan mempunyai hak penuh atas bagian yang dipimpinnya juga mempertanggung jawabkannya kepada pimpinan tertinggi.

3.              

3.      Organisasi fungsional
          Organisasi dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang bersangkutan.







           
2.3 Perbedaan Struktur Organisasi Garis(Lini), Staff, dan Fungsional

Bentuk-bentuk Organisasi
Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1.      Organisasi garis
Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi didalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan bawahannya. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.

Kebaikan-kebaikan organisasi garis :
a.      Bentuk organisasi sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan,
b.      Pembagian tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas
c.       Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin dan bertanggung jawab,
d.      Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara cepat karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan kekurangan-kekurangannya adalah :
a.      Bentuk organisasi tidak fleksibel,
b.      Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar,
c.       Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi kekacauan bila seseorang didalam garis organisasi “hilang”.

2. Organisasi garis dan staf
Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :

a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.

Di dalam organisasi garis dan staf :

– Terdapat spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara maksimal.
– Dalam melaksakan pekerjaannya, anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi dari staf.
– Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana.
– Staf mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.

Organisasi ini mempunyai kebaikan, seperti :
– Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas pokok dan penunjang.
– Keputusan yang diambil biasanya telah dipertimbangkan secara matang oleh segenap orang yang terdapat dalam organisasi, termasuk staf.
– Adanya kemampuan dan bakat yang berbeda-beda dari anggota organisasi memungkinkan dikembangkannya spesialisasi keahlian.
– Adanya ahli-ahli dalam staf akan menghasilkan mutu pekerjaan yang lebih baik.

– Disiplin para anggota tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat kealian, pendidikan dan pengalamannya..
Sedangkan kekurangan dari organisasi ini adalah :
– Bagi para pelaksana operasional perbedaan antara perintah dan saran tidak selalu jelas. Maksudnya dalam pelaksana tugas – tugas operasional, orang-orang lini atua garis dihadapkan pada dua macam atasan.yaitu atasan yang terdapat dalam komando yang mempunyai hak memerintah dan pinpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan saran, namun perlu pula ditaati karna sarannya berdasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional.
– Saran serta nasehat dari staf mungkin kurang tepat atau sulit dilaksanakan, karna kurang adanya tanggung jawab terhadap perkerjaan.
– Pejabat garis cendrung untuk mengabaikan gagasan dari staf sehingga gagasan tersebut dapat tidak berguna.
– Timbulnya kekacauan bila tugas-tugas tidak dirumuskan dengan jelas.

3.      Organisasi fungsional
Organisasi dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang bersangkutan.

2.4 Penyebab munculnya organisasi informal
Pada dasarnya semua individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya atau dengan kata lain manusia tidak pernah puas, jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan sumber itu ialah organisasi informal. Dan biasanya organisasi informal muncul dikarenakan adanya sekelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.



BAB III
ANALISIS




      Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas, sedemikan rupa, memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia.
      Organisasi adalah tempat atau wadah untuk orang berkumpuldan berkerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang, metode, material, dan lingkungan, dan sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisen dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
      Bentuk-bentuk struktur organisasi beragam dimana ciri setiap struktur bergantung kepada letak kekuasaan pimpinan.
   Organisasi informal merupakan organisasi yang tercipta karena adanya hubungan antar pribadi yang secara tidak sadar terjadi keberadaannya tanpa didasarkan pada hubungan wewenang formal pada struktur organisasi. Organisasi ini juga terjadi karena adanya komunikasi antar sesama karyawan yang dengan cepat menyebarkan melalui desas-desus dari mulut ke mulut. Adapun desas-desus itu bisa saja berlebihan, salah, kurang tepat maupun merupakan kebocoran informasi dari atasan yang mungkin benar. Untuk itulah organisasi informal bermanfaat bagi perusahaan maka sudah sepantasnya kalau setiap atasan harus bisa menggunakan segi positif keberadaan organisasi informal ini terutama dalam menyampaikan perintah. 


Jumat, 30 Oktober 2015

BISNIS BUSANA MUSLIM

TUGAS 2 : PENGANTAR BISNIS
Hasil gambar untuk GAMBAR BISNIS BUSANA MUSLIM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Di era globalisasi sekarang ini , semakin banyak masyarakat menggunakan busana muslim. Tidak hanya dipakai pada saat momen hari raya atau pengajian, tetapi juga telah menjadi busana sehari-hari. Keadaan ini ternyata ditangkap oleh produsen busana muslim untuk terus melakukan inovasi, baik dari bahan maupun modelnya. Bisnis busana muslim pun ikut berkembang pesat dan mempunyai peluang yang sangat menjanjikan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Busana muslim sebagai pakaian yang identik dengan umat muslim, kini sudah menjadi busana umum bagi masyarakat Indonesia. Busana muslim merupakan salah satu kebutuhan sandang manusia. Tidak hanya sebagai kebutuhan dasar manusia, berbelanja busana pun sudah menjadi gaya hidup, bahkan hobi seseorang. Pakaian juga dapat menunjukkna status social, golongan, etnis bahkan sifat seseorang. Begitu juga dengan busana yang menunjukkan identitas kepercayaan seseorang seperti busana muslim.
1.2      Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah :
  1. Apa itu bisnis ?
  2. Apa saja yang dipersiapkan sebelum berbisnis busana muslim ?
  3. Apa saja Tips dalam Memulai Bisnis ?
  4. Apa saja Strategi penjualan busana muslim ?
  5. Apa saja Kiat – kiat Sukses Usaha Baju Muslim ?
1.3      Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
  1. Untuk memenuhi dan melengkapi tugas pengantar bisnis yang bermuatan softskill
  2. Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai materi pengantar bisnis
1.4       Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini adalah :
  1. Agar mahasiswa mengenal dan memahami dunia bisnis
  2. Agar menambah wawasan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai bisnis
 
BAB II
TEORI

 
2.1      APA ITU BISNIS ?
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
       Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan
2.2    Apa saja yang dipersiapkan sebelum berbisnis busana muslim ?
  1. Modal
Sebelum memulai usaha, satu hal penting yang dibutuhkan adalah modal. Banyak orang yang menganggap bisnis busana muslim memerlukan modal yang besar untuk memulainya. Sebenarnya, besar atau kecilnya modal tergantung dari jenis usaha yang akan di jalankan.
Cara mendapatkan modal yang akan digunakan:
  1. Tabungan Pribadi
Dalam memulai usaha, harus berani mengambil kesempatan sekecil mungkin. Memang sulit mendapatkan modal yang besar dalam waktu yang singkat. Sebelum mencari modal ke luar, ada baiknya jika menggunakan tabungan pribadi apabila memiliki dan mencukupi. Tidak ada salahnya jika menggunakan uang tabungan sebagai modal awal apabila mencukupi.
Ada kelebihan dan kekurangan bila menggunakan tabungan pribadi sebagai modal awal. Kelebihan yang akan didapat sebagai pemodal tunggal, antara lain dapat mengelola usaha secara maksimal seorang diri. Disamping itu, keputusan-keputusan yang diambil akan menjadi tanggung jawab pribadi tanpa menimbulkan pertentangan dan laba yang akan didapat menjadi milik sepenuhnya tanpa perlu dibagi dengan orang lain. Kekurangan saat menjadi pemodal tunggal ialah saat terjadi masalah bisnis, harus menyelesaikanya seseorang diri. Begitu juga beban kerugian yang harus ditanggung. Dalam hal modal, jika tidak berhati-hati dalam pengelolaannya, akan mengalami kerugian besar saat bisnie jatuh.
  1. Patungan dengan Teman
Membuka usaha dengan rekan sama dengan membagi modal, tanggung jawab, dan risiko. Dengan modal awal yang ditanggung bersama maka beban akan ditanggung bersama pula. Risiko yang diterima juga lebih sedikit karena dengan bekerja sama dapat memecahkan permasalahan yang muncul bersama-sama. Karena semuanya ditanggung bersama, dari awal perlu menekankan kepercayaan dan kejujuran agar ke depannya tidak terjadi kesalah pahaman yang berakibat hancurnya usaha.
Berbisnis bersama teman memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah keputusan maupun permasalahan yang timbul dapat diselesaikan secara bersama. Akan tetapi, pada saat terjadi pertentangan pendapat apalagi apabila masing-masing berpendirian kuat atau keras kepala, akan susah mencari solusi permasalahan dan pemecahannya. Kelebihan dari system rekanan ini adalah saat keputusan maupun permasalahan yang timbul dapat diselesaikan secara bersama.
  1. Menjual atau Gadai Barang
Solusi lain untuk mencari modal adalah dengan menjual atau menggadai barang-barang yang dimiliki. Barang-barang yang dapat digadai atau dijual itu biasanya merupakan barang berharga, seperti emas, mobil, atau rumah.
Menggadai atau menjual barang memang memiliki keuntungan, salah satunya akan mendapatkan modal yang dibutuhkan dengan cepat. Gadai juga memiliki kelemahan yaitu jumlah dana yang didapatkan terbatas dengan waktu peminjaman yang cukup singkat. Sedangkan kelemahan menjual barang adalah kegunaan barang tersebut yang suatu waktu bisa dipakai lagi
2.3      Tips Memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil
Bisnis pakaian adalah salah satu dari tiga bisnis yang tidak akan pernah surut karena merupakan kebutuhan pokok manusia yaitu sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (properti). Peluang pasar dari bisnis pakaian masih sangat luas dan potensial untuk dimaksimalkan. Tingginya persaingan di bisnis pakaian dan masalah modal sering menjadi kendala bagi seseorang dengan modal minim untuk memulai bisnis pakaian.
Sudah menjadi hukum alam bahwa sesuatu yang menarik dan potensial akan banyak orang yang terjun didalamnya, seperti halnya bisnis pakaian ini. Salah satu cara memenangkan pesaingan adalah dengan membangun brand / merek produk yang kuat. Dalam kenyataannya, membangun merek ini membutuhkan proses yang panjang dan modal yang besar. Hal ini tentu tidak cocok bagi pemula dengan modal uang yang minim. Akhirnya banyak pemula dengan modal minim yang akhirnya bangkrut dan menutup usahanya karena tidak bisa bersaing atau karena kehabisan modal di tengah jalan.
  • Langkah – langkah  Memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil
Berikut ini adalah langkah-langkah saya memulai bisnis pakaian, akan saya jelaskan secara detail tiap tahapannya agar anda mudah memahami dan mempraktikannya.
  1. Mulailah Dengan Menjadi Reseller atau Dropshipper Pakaian
Dengan keterbatasan modal yang kita miliki, tidak perlu kita memaksakan untuk produksi sendiri atau membeli banyak stok pakaian. Sebagai pemula, yang perlu anda lakukan adalah belajar sampai mahir di pemasaran pakaian.  Jadi masalah produksi dan urusan stok produk dalam tahap ini anda lupakan dulu. Fokuslah kepada keahlian anda untuk memasarkan produk.
2.4    STRATEGI PENJUALAN BUSANA MUSLIM
Dewasa ini sudah semakin banyak produsen atau penghasil busana muslim, Baik skala pabrik maupun skala perumahan. Hal ini menyebabkan adanya persaingan yang ketat antar produsen dalam mengambil hati konsumen busana muslim yang ada.
Untuk mengantisipasi persaingan dalam hal perkembangan busana muslim dipasaran, produsen selalu menawarkan perkembangan mode busana muslim yang berupa ide inovatif dalam hal tersebut. Selain menawarkan model-model yang selalu baru, Produsen juga menawarkan pelayanan yang dipandang akan bisa menarik calon pembeli berbelanja produk yang dijualanya.
Dalam hal ini produsen selalu melakukan pengembangan-pengembanga ide dalam strategi dan cara pemasarannya. Hal ini dilkaukan untuk memberikan kemudahan kepada pembeli dalam memperoleh produk dan pelayanan yang diperlukan.
Pada waktu-waktu dulu, Mungkin penjualan produk busana muslim cenderung diarahkan saluran distribusi berupa toko-toko fashion maupun toko-toko yang khusus menjualan produk baju muslim. Jadi untuk mendapatkan produk yang diinginkan, Seorang pembeli harus datang ketoko untuk memilih dan kemudan membayar produk yang dibelinya.
Namun untuk beberapa waktu yang lalu, Sudah terjadi perkembangan pemikiran dari produsen dalam memasarkan produknya, Selain melalui saluran distribusi toko, Juga melakukan pendistribusian produk melalui keagenan  penjualan busana muslim, Masuk keperusahaan MLM dan via online.
  1. Melalui keagenan busana muslim
Untuk saluran distribusi keagenan busana muslim memang agak berbeda jika dibandingkan dengan saluran distribusi toko. Hal ini bisa dilihat berdasarkan beberapa cara dari sistem keagenan dalam menjual. Selain itu, Biasanya seorang agen mengoperasikan penjualannya dari rumah, Baik dalam menyimpan barang maupun dalam melayani pembeli.
  1. Melalui perusahaan MLM
MLM yang merupaka singkatan dari Multy Level Marketing, Saluran distribusi ini memberikan suatu cara yang sangat berbeda dari saluran distribusi yang lain, Karena disini, Semua orang bisa menjual dan memperoleh penhasilan. Dan belanja dari member akan menjadi modal untuk malakukan usaha.
  1. Menjual dengan cara online
Seiring berkembangnya tehnologi saat ini, Munculnya internet memberikan perubahan yang sangat besar bagi para produsen maupun saluran distribusinya, Sampai-sampai ada yang menawarkan usaha jualan busana muslim tanpa modal atau tanpa harus melakukan stok produk. Dalam usaha penjualan online ini sudah menjadi trend. Dengan kemampuan menggunakan internet, Seseorang bisa mendapatkan penghasilan walaupun tidak punya modal barang.
2.5      Kiat Sukses Usaha Baju Muslim dan Busana Muslimah
Untuk memulai usaha busana muslim ini, anda pertimbangkan terlebih dahulu beberapa hal di bawah ini agar usaha anda cepat berkembang:
  • Pangsa pasar
    Anda harus mengetahui seberapa besar pangsa pasar busana muslim yang akan anda jalankan. Bila anda yakin busana muslim tersebut bisa menguasai pangsa pasar, maka inilah peluang terbaik bagi anda namun bila pangsa pasar kurang menguntungkan anda harus memikirkan lagi tentang rencara bisnis ini.
  • Konsumen
    Peminat atau pemakai busana muslim bukan hanya dari kalangan remaja atau orang dewasa, namun anak kecil pun juga menyukai busana muslim. Usaha busana muslim yang akan anda kelola harus bisa menentukan siapa yang akan menjadi konsumen anda jangka panjangnya. Pilihlah peminat busana muslim yang paling banyak sehingga anda bisa memilih target penjualan anda.
  • Lokasi pemasaran
    Sebelum anda membuka usaha baju muslim, anda bisa memilih lokasi yang akan menjadi outlet anda. Pilihlah lokasi yang sering dikunjungi orang, mudah dijangkau, dan strategis.
Lokasi ini bisa dekat pasar, tempat perbelanjaan umum, dan lokasi yang sering dilalui orang. Jika anda memilih rumah sebagai lokasi penjualan baju muslim tersebut, hal ini bisa-bisa saja asalkan rumah anda dekat dan mudah dilihat banyak orang. Jika rumah anda jauh dari jangkauan orang, promosi lainnya yang bisa menbantu penjualan anda.
  • Model busana muslim
    Anda bisa memilih model busana muslim yang akan anda jual dengan desain yang berbeda dan tidak ada di toko baju lainnya. Kelebihan lainnya jika anda memiliki kemampuan mendesain baju, anda bisa membuat baju muslim dengan desain anda sendiri. Biasanya desain baju muslim yang unik banyak diminati orang.
Kalau model baju muslim sama dengan model baju muslim di toko lainnya, konsumen akan memilih toko lain dengan harga yang lebih murah.
  • Promosi
    Anda memiliki usaha baju muslim tentu saja anda menginginkan banyak konsumen, Bagaimana anda mendapatkan banyak konsumen dengan cepat? Promosi adalah cara anda untuk mendapatkan konsumen agar mau membeli produk anda. Promosi ini bisa melalui pameran atau dengan pemberian diskon kepada konsumen.
Pemberian diskon ini merupakan promosi langsung kepada mereka agar mereka mau membeli produk anda. Selain promosi langsung anda juga bisa memanfaatkan internet untuk berpromosi.
 
BAB III
ANALISIS

3.1 Kesimpulan
Busana muslim merupakan kebutuhan sandang manusia. busana muslim dipakai oleh perempuan yang menggunakan jilbab. Berbisnis busana muslim iti harus diperhatikan modal, lokasi dan pemasaran, serta promosi dan pemasaran.
Bisnis merupakan keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.
Modal merupakan syarat utama untuk berbisnis dan modal itu ada 3 macam, yaitu modal investasi awal, modal kerja, modal operasional. Lokasi dan tempat usaha juga penting, karena akan berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh dan daya beli masyarakat. Pemasaran dan promosi yang baik mempengaruhi dan mendukung keberhasilan bisnis.
3.2 Saran
Makalah dengan judul “Bisnis Busana Muslim” masih  banyak kekurangan, kepada pembaca penulis mohon kritik dan saran . Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini yang jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran sangat membantu penulis dalam mencapai tujuan yang lebih baik.
 
BAB IV
REFERENSI

  1. http://www.masfrandy.com/2015/01/tips-memulai-bisnis-pakaian-dengan-modal-kecil.html
  2. http://menjadiwirausaha.com/kiat-sukses-usaha-baju-muslim-dan-busana-muslimah/
  3. http://www.beresweb.com/50-cara-promosi-bisnis-penjualan-baju-muslim-dan-strategi-pemasarannya/
  4. 1996. Diktat Pengantar Bisnis. Gunadarma : Jakarta. DH Basu Swastha DR. 1998. Pengantar Bisnis Modern. Liberty : Yogyakarta. Solihin Ismail. 2006 .Pengantar Bisnis. Prenada Media : Jakarta http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

Sabtu, 10 Oktober 2015



Pengertian bisnis, jenis-jenis bisnis, dan tujuan kebijakan bisnis

Pendahuluan : 

 

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul:

“BELAJAR MENGENAL BISNIS”

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan karya tulis ini.

            Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan karya tulis ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan karya tulis in

i.

            Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca

 

 

Pengertian Bisnis

 

   Bisnis berasal dari kata business yg berarti usaha yang diartikan sebagai kegiatan jual-beli dan produksi barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Bisnis dapat berupa jasa atau barang yang dapat dinikmati oleh penggunanya selama pengguna tersebut mendapatkan keuntungan dan kepuasan.

 

Jenis-jenis Bisnis

Berdasarkan kegiatannya bisnis dibagi menjadi tiga, yaitu:

1.     Production (Produksi) : Merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan atau sumber-sumber yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi (menaikan faedahnya).

2.    Distribution (Distribusi) : Adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan.

3.    Consumtion (Konsumen) : Adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Tujuan Kebijakan Bisnis

A. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM), contoh:

·         KUR (Kredit Usaha Rakyat)

·         Koperasi

·         BUK (Badan Usaha Kredit)

B. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya, contoh:

·         Mendaur ulang sampah plastic menjadi cangkir, piring plastic, botol minuman, dll.

·         Mendaur ulang minyak goreng menjadi BIO – Diesel

·         Mendaur ulang kertas menjadi bingkai foto, kartu nama, kartu undangan, dll.

C. Pendapatan Negara, contoh:

·         Pajak Penghasilan (PPh)

·         Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

·         Pajak Bumi & Bangunan (PBB)

·         Bea & Cukai

·         Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Berdasarkan Kegiatan nya Tujuan Kebijakan Bisnis yakni :

A. Bisnis Ekstratif : bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan / menggalii bahan – bahan tambang yang terkandung dalam perut bumi.

 

B. Bisnis Agraris adalah bisnis yang bergerak di bidang pertanian (termasuk pula pertanian, peternakan dan perunggasan), perkebunan serta kehutanan.

 

C. Bisnis Industri adalah bisnis yang bergerak di bidang industri manufacturing, misalnya indutri tekstil garmen, mesin-mesin, mebel, pesawat terbang, mobil, sepeda motor, kapal laut maupun pabrik kertas, tapioca dan sebagainya.

 

D. Bisnis Jasa adalah bisnis yang bergerak dalam bidang jasa yang menghasilkan produk-produk yang tidak berujud seperti jasa pendidikan, kecantikan, perbankan, kesehatan, penanggungan risiko, jasa pariwisata dan sebagainya.

 

Mengapa kita harus belajar Bisnis?

    Bisnis merupakan kegiatan yang sangat penting disisi ekonomi yang menguntungkan dan mendapatkan laba, secara edukasi kita harus mengerti tata cara untuk berbisnis karena di dunia ini bisnis meupakan transaksi yang sering kita jumpai, mau itu kalangan atas maupun kalangan bawah. Dengan berbisnis kita dapat hidup sesuai dengan kebutuhan kita.

Sabtu, 02 November 2013

Renungan hidup buat kita semua... "Kisah Nyata Bapak Tua Penjual Amplop"

21 Januari 2012 pukul 23:54



Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas di lihat, barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.

Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.
Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusan plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih.
Astaga, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp 7.500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp 250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.
Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp 10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.
Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook yang bunyinya begini : “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap..”.
Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka semoga saja perbuatan baik kita dapat berbuah menjadi suatu akibat yang baik pula, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.
Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.
Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Minggu, 04 Maret 2012

Sebuah Renungan: Kisah Ibu Buta dan Anaknya


Ibuku buta sebelah matanya, aku sangat malu dan sangat membencinya. Dia memasak dikantin sekolah untuk murid-murid dan guru-guru guna mencukupi kebutuhan dirinya dan diriku. Suatu hari saat aku masuk sekolah dia mendatangiku dan mengucap salam kepadaku. Aku begitu malu didepan teman-temanku, bagaimana dia bisa melakukan itu kepadaku dihadapan teman-temanku. Lalu aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci kepadanya sambil berlari.

Besoknya salah seorang temanku mengejekku dengan berkata “heh ibumu hanya punya sebelah mata” Saat itu ingin mati aku rasanya, dan ingin ibuku itu hilang dan pergi dari kehidupanku. Lalu aku bertengkar dengan ibuku seraya mengatakan: “kalau ibu hanya menjadi bahan tertawaan teman-temanku mengapa ibu tak mati saja” Ibuku hanya diam dan tak menjawab makian yang aku tujukan kepadanya.Aku sama sekali tak memikirkan apa yang aku katakan kepadanya, karena saat itu aku sangat marah kepadanya karena memendam rasa malu. Dan aku juga tidak memperdulikan perasaannya terhadap makianku itu
Rasanya aku ingin keluar dari rumah ibuku. Jadi aku belajar dengan rajin agar aku dapat beasiswa keluar negeri dan meninggalkan ibuku yang buta itu.

Setelah lama berselang aku menikah, kubeli rumah dan aku hidup bahagia dengan mempunyai dua anak. Suatu waktu ibuku mengunjungiku, karena sudah bertahun-tahun dia tidak menemuiku dan tidak pernah bertemu dengan cucunya. Ketika dia memberi salam dan istriku membukakan pintu lalu anak-anakku menertawakannya kemudian takut karena melihat wajahnya yang hanya dengan satu mata. Lalu aku menemuinya diluar dan berteriak kepadanya: “betapa beraninya kamu kerumahku dan menakut-nakuti anak-anakku, pergi dari sini sekarang juga” Ibuku hanya menjawab: “ Maaf saya salah alamat dan kemudian dia pun pergi”

Suatu waktu ada undangan reuni sekolah dikirimkan kerumahku. Jadi aku berbohong kepada istriku dan aku bilang ada dinas keluar kota kepadanya. Usai reuni aku mampir kekampungku hanya untuk sekedar rasa ingin tahu. Kemudian salah seorang tetanggaku mengatakan kepadaku bahwa ibuku telah meninggal dunia
Aku tak terharu ataupun meneteskan airmata. Lalu tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibuku untukku. Lalu aku pun membuka dan membacanya:

Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap saat.
Maafkan aku telah datang kerumahmu dan menakut-nakuti anak-anakmu.
Aku kerumahmu karena kangen dan ingin melihat cucuku.
Walaupun kamu mengusirku tapi aku senang dapat melihatmu dan anak-anakmu.
Dan aku sangat bergembira setelah aku dengar engkau mau datang reuni.
Tapi sayangnya aku tidak bisa bangkit dari tempat tidurku untuk melihatmu.
Anakku, maafkan aku yang telah membuatmu malu sewaktu kita masih bersama.
Ketahuilah anakku, sewaktu kau masih kecil kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan sebelah matamu.
Sebagai seorang ibu aku tidak bisa mendiamkan kamu tumbuh hidup hanya dengan satu mata saja.
Jadi aku donorkan mataku yang sebelah untukmu.
Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku ditempatku dengan mata itu.
Bersama dengan cintaku.
IBUMU…

Sungguh sebuah penyesalan yang amat sangat apabila kita mendapati ibu kita meninggal tetapi kita belum berbuat baik ataupun memberikan keinginan yang di inginkan ibu kita.
“Seseorang bertanya kepada Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- : siapakah orang yang paling berhak untuk saya berbakti kepadanya? beliau menjawab : ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ayah kamu.” (Alhadits)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman : 14)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (QS Al Israa’ ; 23)
Mudah-mudahan Allah menjaga kita dari perjalanan cerita diatas, dan mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua orang yang selalu berakhlaqul karimah terhadap orang tua kita, Amiin YRA.